Merajut Mimpi Menggali Potensi Madrasah dari Jendela Science

Posted: May 6, 2013 in MI Sultan Fatah Article and Story, World Articles and Stories
Tags: , , , , , , , , ,

Bandung, 27 Juni 2012.

SAMSUNG DIGIMAX A403 Judul diatas, terasa teramat berat. Karena hanya sedikit orang yang mampu berangkat dan bangun merajut mimpinya

????????????????????

. Banyak dari kita keenakan mimpi dan terlelap. Logika berfikir kita orang-orang madrasah hanya ingin agar anak pandai dan mempunyai bekan iman dan taqwa an-sich. Semua yang berbau ke

jiwaan dan menganggap nilai science dan pengetahuan umum hanya akan menjerumuskan.

Kita lupa dengan ayat-ayat kauniyah. Melihat fenomena dan menjadi pelajaran. Telinga mendengar apa yang ada disekeliling. Karena yang buta bukan mata kita tapi Hati. Karena pemikiran kita selalu kontras dan tak bisa menggabungkan pembelajaran science saling keterkaitan dengan akhirat. Agar anak didik kita bisa mempunyai keseimbangan akal (Science) dan hati (Agama).

Kita kurang bisa memahami filosofi ilmu, kita cenderung melihat angka. QS. As-Sajdah : Yudabbirul amra … Keimanan pertama adalah kepada yang gaib. Sebab yang gaib bukan hanya secara fisik gaib. tapi juga tentang hal-hal yang belum terpecahkan. Siswa kita kebanyakan tidak dibekali filosofinya. Salahnya kita adalah banyak memberikan short-cut. Dan jika siswa diberikan soal pengembangan akan susah dan bilang “tidak diajarkan oleh Bapak/Ibu guru”.

SAMSUNG DIGIMAX A403

Solusi awal telah Allah SWT sebutkan dalam QS. Al-’Alaq : 1-5. Iqro’, membaca merupakan intipati pembelajaran. Ilmu bukan pengetahuan. Karena Ilmu adalah sesuatu yang datang dari Allah. Membaca bukan hanya secara zhohir, karena tekstual harus juga diresapi kontektualnya.

Kelemahan selalu dari Guru, Kurikulum dan Siswa. Mari melakukan perbaikan-perbaikan. Malaikat pada protes ketika Allah menciptakan Adam yang menurut mereka hanya akan melakukan perusakan. Namun Allah menjawab dengan men-Islah (melakukan perbaikan) dengan memberi bekal, dan ketika di tes dan Adam mampu menjawab. Malaikat mengakui kelemahannya.

Pendidikan harus memahami psikologi anak, latar belakangnya, menggali potensinya. Agar semangat belajar mereka. Kita bekali mereka sejak mendasar dengan beberapa teori dan praktik sederhana sebagai bagian dari penggalian dan pembekalan tentang Filosofi Ilmu.

Madrasah Science Competition and Expo 2012

Notulen : A.Taqiyuddin Wafa, S.Th.I

Mari Bangun dan Segera Beranjak.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s