Posts Tagged ‘News’

Liburan semester 1 beberapa waktu yang lalu, MI Sultan Fatah mengadakan kegiatan pengembangan kemampuan berbahasa peserta didik “English Camp”. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan Mahesa Institut Pare Kediri. Selama 1 minggu peserta yang terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 dibimbing oleh mentor-mentor cantik yang langsung didatangkan dari Mahesa Institut. Miss Ririn, Miss Nova, dan kawan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan system full day learning and playing. Bukan hanya pendidikan melulu namun games-games menarik juga dihadrikan dan membuat susasana riang gembira, yeal-yeal berkumandang “Mana semangatmu …!!!”, yeal tutor. “Ini semangatku …!!!”, peserta menjawab. “Mana bisamu …!!!”, yeal tutor lagi, “Ini bisaku …!!!” peserta menjawab. Dan di hari terahir peserta diajak jalan-jalan ke Candi Borobudur, melakukan kegiatan praktikum speaking with native. Semua senang, semua riang, semua bergembira, dan semua tertawa.

Berikut cuklipan foto kegiatan English Camp !!!

Advertisements

Penuh keceriaan dan kebahagiaan siswa-siswi kelas 6 mengikuti Zarkasi ke WBL di Lamongan. Sejak subuh sudah datang ke MI Sultan Fatah bersiap berangkat Zarkasi diantar wali murid masing-masing. Perjalanan pun berjalan lancar dan aman terkendali. Semua menikmatinya. Sampai jumpa lagi pada kegiatan Zarkasi tahun depan. Berikut keceriaan yang terekam mata kamera Bapak Nur Amin, S.Pd.

Dalam kesempatan ini, berbagai kegiatan lomba telah dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari Kartini. Lomba fisik maupun non fisik digelar bersamaan. Diantarnya Lomba Pidato, MC, Aklamasi Puisi, Senandung Shalawat Rasul, Futsal dan lain sebagainya. Bagi para pemenang lomba, berhak mendapatkan hadiah dari MI Sultan Fatah. Berikut foto pemberian hadiah lomba dalam rangka Hari Kartini 2013. :

 

Meski telat upload-nya, tapi perjalanan ini terlalu nikmat untuk tidak disuguhkan ke tengah anda semua. Kami mengharu-biru bersimpuh mengharap yang terbaik untuk kami, bukan hanya siswa kelas 6 tapi lebih untuk MI Sultan Fatah tercinta … sebuah hasil positif yang selalu menjadi tujuan ahir … Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya … Amin …

 

This slideshow requires JavaScript.

 

This slideshow requires JavaScript.

 

MI Sultan Fatah Demak Harapan Pembenahan dari MDP

Jumat, 14 November 2008, 05:02 WIB

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sultan Fatah, kini mencapai usia 60 tahun. Berdiri sejak 19 Agustus 1948, lembaga pendidikan Islam ini awalnya bernama Madrasah Wajib Belajar (MWB). Karena berada di bawah naungan Departemen Agama (Depag), sekolah ini berubah menjadi MI Sultan Fatah, di bawah Yayasan Al Husna. Sekarang madrasah yang terletak di Jl. Kyai Singkil No. 14, Bintoro, Demak, Jawa Tengah, itu terakreditasi A.
MI Sultan Fatah adalah satu-satunya MI yang berada di perkotaan, berdiri di antara 16 Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Bintoro, Demak. Meskipun demikian, MI ini telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan itu dibuktikan dengan bertambahnya siswa tahun demi tahun. Tingginya kepercayaan masyarakat, boleh jadi, karena madrasah ini mempunyai beberapa keunggulan dari sekolah lain. Di antaranya, letaknya yang strategis di tengah perkotaan, sebagai sekolah dasar plus yang mempunyai harapan penguasaan dan unggul secara menyeluruh yang meliputi mata pelajaran umum dan agama, ketrampilan dan kesenian, olahraga, serta penekanan pada akhlakul karimah. Di sekolah ini, mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Arab diajarkan sejak dini, mulai di kelas I.
Selain itu, siswa juga diajarkan Aswaja (ke-Nu-an) yang merupakan pembekalan anak didik dalam mencintai dan melaksanakan sunah Nabi yang disepakati oleh para ulama. Bahkan, dengan selalu berjamaah sholat dhuhur di Masjid Agung Demak merupakan wahana pelatihan anak didik untuk senantiasa rajin shalat berjamaah. Tidak hanya itu. Seperti dijelaskan Kepala MI Sultan Fatah, Saekun, SAg, para siswa pun memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang lengkap. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi Kepramukaan, marching band, seni rebana, seni tari tradisional dan zipin, komputer, MTQ, kaligrafi, dan sempoa, di samping muatan lokal yang menunjang untuk peningkatan ibadah seperti fasholatan dan mengaji.
Hal ini sejalan dengan visi MI Sultan Fatah, yakni terwujudnya pendidikan yang bermutu, Islami, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, mencintai lingkungan serta Tanah Airnya. Misinya, antara lain, mewujudkan proses belajar mengajar dan bimbingan secara aktif, kreatif, dan efektif, dan menyenangkan yang mampu mengembangkan kemampuan siswa secara maksimal, di samping pendidikan yang berkepribadian dinamis, trampil menguasai pengetahuan, teknologi, dan seni.
Madrasah ini berada di lahan 3.793 m2 dengan luas bangunan seluruhnya 1.833 m2. Selain ruang kelas, sekolah ini dilengkapi perpustakaan, laboratorium, ruang ketrampilan, dan tempat beribadah. Kini tercatat 382 siswa belajar yang dibina oleh 16 orang guru. Sejak 2002 -2007, menurut Saekun, tingkat kelulusan 100 persen. Lebih membanggakan lagi, “Tak ada yang drop out.” Prestasi siswa tak kalah membanggakannya. Tak hanya di bidang akademik, tapi juga non-akademik. Sebutlah, misalnya, juara lomba pidato Islam anak dalam rangka Festival Masjid Agung Demak, 2006; bazar dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Demak, 2006; dan juara Festival Drum Band Terbuka Ke-7 se-Jawa Tengah. Seiring dengan bertambahnya siswa dari tahun ke tahun, mau tidak mau, lembaga pendidikan ini memerlukan tambahan fasilitas, seperti laboratorium bahasa dan komputer, di samping peningkatan kualitas tenaga pengajar.
Syukurlah, dengan adanya program Madrasah Development Plan (MDP) dari Madrasah Education Development Project (MEDP) kerjasama antara Kementrian Agama Republik Indonesia dengan Asian Development Bank (ADB) di daerah itu untuk memberdayakan elemen-elemen madrasah seoptimal mungkin, harapan tersebut akan menjadi kenyataan. ? (muhib, CPMU MEDP/dokrep/Oktober 2008)